Kairo – Akademi Markaz Fiqih resmi menutup rangkaian Sekolah Mutafaqqih Angkatan Pertama melalui penyelenggaraan Haflah Takrim yang berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, di Aula Limas Kemas, Hay Asyir, Kairo, mulai pukul 09.00 waktu setempat.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Markaz Fiqih bersama Komunitas El-Fuqoha Fieddien dan dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri atas mahasiswa Indonesia di Mesir, para penuntut ilmu, serta 20 peserta Akademi Markaz Fiqih beserta kolega mereka.
Mengusung semangat kaderisasi keilmuan, Haflah Takrim dirangkaikan dengan seminar ilmiah bertajuk "Membangun Keilmuan Fiqih Masa Kini: Bekal Apa yang Harus Disiapkan Seorang Faqih?" yang disampaikan oleh Founder Markaz Fiqih, Ust. Faqih Ubaidillah Rozan, Lc.
Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa lahirnya seorang faqih tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hafalan atau penguasaan persoalan furu' fiqih, tetapi juga oleh kokohnya fondasi metodologi yang meliputi ushul fiqih, kaidah-kaidah fiqih, manhaj belajar, adab ilmiah, serta kemampuan membaca realitas masyarakat. Bekal-bekal tersebut menjadi landasan agar seorang penuntut ilmu mampu belajar, beramal, mengajar, dan menyampaikan fiqih secara tepat sesuai dengan manhaj para ulama.
Usai seminar, acara dilanjutkan dengan Haflah Takrim sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran Sekolah Mutafaqqih selama dua bulan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Muthiah Fairuzi, Lc. selaku perwakilan Markaz Fiqih menyampaikan pesan dan apresiasi kepada seluruh peserta atas kesungguhan mereka dalam mengikuti proses kaderisasi, sekaligus berharap agar semangat menuntut ilmu dan menjaga amanah keilmuan terus tumbuh setelah program berakhir.
Kesan dan pesan peserta juga disampaikan oleh Ust. Ahmad Sya'bi Hirso, Lc. sebagai perwakilan peserta putra (banin) serta Ustadzah Ayu Qurratul A'yuni, Lc., M.A. sebagai perwakilan peserta putri (banat). Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program Sekolah Mutafaqqih serta mengungkapkan bahwa kurikulum yang diberikan tidak hanya memperluas wawasan fiqih, tetapi juga membangun cara pandang metodologis dalam memahami, mengamalkan, dan menyampaikan hukum-hukum syariat.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi akademik selama mengikuti program, Akademi Markaz Fiqih juga menganugerahkan Penghargaan Peserta Terbaik kepada Said Aqil Humam Abdurrahman, Lc. sebagai peserta terbaik kategori banin dan Dhiya Addina, Lc. sebagai peserta terbaik kategori banat. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian menyeluruh yang mencakup kedisiplinan, keaktifan, penyelesaian tugas, serta capaian akademik selama program berlangsung.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta Sekolah Mutafaqqih Angkatan Pertama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik selama delapan pertemuan sekaligus menjadi awal lahirnya angkatan pertama kader Akademi Markaz Fiqih.
Melalui penyelenggaraan Haflah Takrim ini, Markaz Fiqih berharap para lulusan Sekolah Mutafaqqih dapat terus mengembangkan tradisi keilmuan fiqih yang berlandaskan metodologi para ulama, serta menjadi bagian dari ikhtiar membumikan fiqih yang ilmiah, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan umat.


