Seminar Akbar "Min Ahkam al-Ijtihad wa at-Taqlid" Sukses Digelar di Madhyafah Syaikh Ismail Shadiq al-'Adawi Kairo

18 Oktober 2025
Seminar Akbar "Min Ahkam al-Ijtihad wa at-Taqlid" Sukses Digelar di Madhyafah Syaikh Ismail Shadiq al-'Adawi Kairo

Kairo – Seminar akbar bertajuk "Min Ahkam al-Ijtihad wa at-Taqlid" berhasil diselenggarakan pada hari Jum'at, 18 Oktober 2025 di Madhyafah Syaikh Ismail Shadiq al-'Adawi, Kairo, Mesir. Kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah (SEMA-FSI) Universitas al-Azhar dan Markaz Fiqih ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan penuntut ilmu.

Seminar membahas prinsip-prinsip ijtihad dan taklid dalam perspektif ushul fiqih serta implikasinya terhadap praktik beragama di era modern. Pembahasan disusun dengan menghubungkan landasan teoritis ushul fiqih dengan penerapannya dalam persoalan fiqih kontemporer, sehingga peserta memperoleh gambaran yang utuh mengenai cara beramal dan menyampaikan fiqih secara proporsional.

Dalam pemaparannya dijelaskan beberapa corak pendekatan yang berkembang dalam praktik berfiqih dewasa ini, seperti Fiqih Dalil, Fiqih Tarjih, Fiqih Khilaf, Fiqih Mu'tamad Mazhab, Fiqih As-Syafi’i, hingga Fiqih Taysir. Masing-masing pendekatan dikaji kembali berdasarkan kaidah-kaidah ushul fiqih serta ditinjau dari realitas penerapannya di tengah masyarakat.

Seminar juga diperkaya dengan rujukan terhadap puluhan literatur klasik dan kontemporer karya para ulama, di antaranya Imam al-Haramain, as-Sam'ani, al-Ghazali, Ibnu Qudamah al-Maqdisi, al-'Izz bin Abdissalam, ar-Rafi'i, Imam an-Nawawi, Ibnu Rajab al-Hanbali, al-Qarafi, az-Zarkasyi, as-Suyuthi, Ibnu Hajar al-Haitami, Hasanain Makhluf, Hasan Hitou, hingga karya-karya ulama kontemporer.

Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi. Ruang utama Madhyafah dipenuhi peserta sejak awal hingga akhir kegiatan. Hadir pula sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan ICMI Kairo, Informatika Mesir, serta jurnalis dari PPMI Mesir.

Terselenggaranya seminar ini tidak lepas dari dukungan pengelola Madhyafah Syaikh Ismail Shadiq al-'Adawi, khususnya Ustadz Amr Yusri, yang memberikan kesempatan penuh sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Kolaborasi antara SEMA-FSI dan Markaz Fiqih ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan forum-forum ilmiah yang mengkaji fiqih dan ushul fiqih secara mendalam, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan umat, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan di kalangan mahasiswa Indonesia di Universitas al-Azhar.

Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, menandai tingginya antusiasme peserta terhadap tema ijtihad, taklid, dan metodologi beramal dalam fiqih.