Jawaban:
Makmum tidak sepatutnya sengaja menunggu imam rukuk baru kemudian mengikuti shalat, tanpa adanya uzur. Perbuatan ini merupakan bentuk kelalaian dalam shalat yang menyebabkan hilangnya pahala besar, seperti pahala takbiratul ihram bersama imam, berdiri, dan amalan lainnya.
Meskipun demikian, makmum tersebut tetap mendapatkan satu rakaat apabila berhasil menyusul imam ketika rukuk.
Hal ini berdasarkan hadits:
من أدرك ركعة من الصلاة قبل أن يقيم الإمام صلبه فقد أدركها.
"Barang siapa mendapatkan satu rakaat shalat sebelum imam menegakkan punggungnya, maka ia telah mendapatkan rakaat tersebut."
Syaikh Ba'isyan dalam Busyra al-Karim menjelaskan:
وإن قصر بتأخير تحرمه لغير عذر حتى ركع إمامه.
"Meskipun ia telah melakukan kelalaian dengan menunda takbiratul ihramnya tanpa uzur hingga imamnya rukuk."
Dengan demikian, tetap mendapatkan satu rakaat bukan berarti seseorang boleh meremehkan shalat dengan sengaja menunggu imam rukuk. Perbuatan tersebut merupakan kelalaian yang menyebabkan hilangnya pahala besar.
Referensi: Busyra al-Karim, 1/718, terbitan Dar adh-Dhiya'.
Wallahu A'lam.