Jawaban:
Dalam I'anatu at-Thalibin disebutkan:
اعلم أن النجِس مِنْ حيثُ هو ينقسمُ أربعةَ أقسام:
[1] قسمٌ لا يعفى عنه في الثوب والماء، كروث وبول.
[2] وقسمٌ يعفى عنه فيهما، كما لا يدركه الطَّرْفُ.
[3] وقسمٌ يُعفى عنه في الثوبِ دون الماء، كقليل الدم.
وفرَّق الروياني بينهما بأنَّ الماءَ يمكنُ صونُه بخلاف الثوب، وبأنَّ غسلَ الثوبِ كلَّ ساعةٍ يقطعُه بخلاف الماء.
[4] وقسمٌ يُعفى عنه في الماء دون الثوب، كميتةٍ لا دمَ لها سائل، وزِبْلِ الفيران التي في بيوت الأخلية. (إعانة الطالبين ج 1 ص 96-97)
"Ketahuilah bahwa najis, ditinjau dari segi najis itu sendiri, terbagi menjadi empat macam:
1. Najis yang tidak dimaafkan, baik pada pakaian maupun air, seperti kotoran dan air kencing.
2. Najis yang dimaafkan, baik pada pakaian maupun air, seperti najis yang tidak dapat dilihat oleh mata.
3. Najis yang dimaafkan pada pakaian, tetapi tidak pada air, seperti darah yang sedikit.
Imam ar-Ruyani menjelaskan perbedaan antara keduanya dengan dua alasan:
Pertama, air memungkinkan untuk dijaga dari najis, berbeda halnya dengan pakaian.
Kedua, mencuci pakaian setiap saat dapat merusaknya, berbeda halnya dengan air.
4. Najis yang dimaafkan pada air, tetapi tidak pada pakaian, seperti bangkai hewan yang tidak memiliki darah mengalir dan kotoran tikus yang terdapat di ...".
Sumber: I'anah ath-Thalibin, jilid 1, hlm. 96–97.
