Jawaban:
Masalah ini perlu ditafsil:
Jika orang tersebut tinggal di Madinah kurang dari 6 hari, maka selama itu ia masih dianggap musafir. Jadi, selama itu ia boleh mengambil rukhsah-rukhsah safar, di antaranya jamak takdim di Madinah sebelum berangkat ke Makkah.
Jika orang tersebut tinggal di Madinah 6 hari atau lebih, maka ia sudah dianggap mukim sejak awal kedatangannya di Madinah. Dengan demikian, ia tidak boleh mengambil rukhsah-rukhsah safar sampai keluar dari batas wilayah Madinah.
Bagaimana penghitungan 6 hari?
Menurut ulama Syafi'iyah, seseorang baru dikatakan mukim di sebuah tempat jika ia berniat tinggal di sana selama 4 hari, selain hari masuk dan hari keluar.
Jadi, penghitungan kotornya adalah 6 hari. Orang yang tinggal di sebuah tempat kurang dari itu masih dianggap musafir.
Wallahu a'lam.
